Work Text:
“Ah, handphonemu berisik banget kak” minho melepaskan pangutannya pada kanvas putih yaitu leher jenjang yang lebih muda lalu dengan malas raih ponselnya yang sedari tadi bergetar di atas nakas, tangan sebelahnya membuat pola abstrak di pinggang ramping milik sang kekasih. Seungmin mengambil nafas banyak banyak, kedua tangannya meraih tangan yang sekarang menari di perutnya dan mengecupnya, binar bulatnya memperhatikan wajah rupawan kekasihnya. Perlahan ia merubah posisinya menjadi duduk, mengalungkan lengannya pada bahu tegap Minho sambil sedikit mengintip ruang chat pada ponsel sang kekasih untuk cari tahu alasan dibalik mengerutnya raut wajah yang lebih tua.
“Kenapa?”
“Ujian dimajuin di jam 8 malem,” Minho menghela napas sembari mengacak-acak rambutnya. “Mendadak banget anjing”. Seungmin melirik jam digital di nakasnya.
19:12
Mengingat stamina dan perangai keduanya tiap seks, waktunya tidak akan cukup untuk yang lebih tua. Seungmin mengeratkan rangkulannya di bahu yang lebih tua, biarkan si surai cokelat tenggelamkan wajahnya di pangkal leher, kedua tangannya membuat pola asal di pinggul yang lebih muda. Seungmin masih rasakan libido penuhi tubuhnya, rasakan juga bagian intim yang lebih tua terasa keras di sisi dalam pahanya.
“Gapapa ujian aja dulu sana kak,” Minho mengerang sebelum mengusakkan wajahnya lebih kasar di leher Seungmin, buat yang lebih muda menahan tengkuknya. “Gak ampe setengah jam juga pasti selesai”
“Sekarang aja deh”
Seungmin belum sempat memproses kalimat dari yang lebih tua saat ia rasakan punggungnya bersentuhan dengan fabrik kasur, ekstermitas bawahnya diangkat dan cengkraman di pangkal pinggungnya mengerat.
“Anjing, Kak-” “Kamu udah foreplay kan tadi?” Minho mengecupi paha bagian dalam yang lebih muda, sesekali mengigit kecil buat ruam merah disana.
Seungmin hanya mengerang pelan, kakinya bergetar pelan saat rasakan hangat napas yang lebih tua bertemu dengan penisnya, ditambah jari Minho yang berpindah posisi menguleni kedua belah bokongnya.
Berani sumpah Seungmin rasakan lubangnya gatal, sedikit lengket bekas pelumas yang ia pakai untuk memuaskan dirinya lama sebelum yang Minho pulang.
“ Hnngh!- Iya, udah cepet masukin aja” Minho memutar matanya, sebelum meraih pelumas dan tanpa pikir panjang menuangkannya pada tangan sebelum mengocok penisnya, tangannya yang satu mengalungkan kaki jenjang kekasihnya di bahu, dimana seungmin mengeratkan jarak di antara keduanya.
Pantat kenyal Seungmin bergetar ketika kepala penis yang lebih tua menyentuh bibir lubangnya, rasanya Ia ingin mengusap hilang kerlingan usil dari wajah yang lebih tua. Namun, sebelum ia sempat melakukannya, Seungmin rasakan penuh pada lubangnya bersamaan dengan erangan kasar keluar dari bilah pemuda di atasnya.
Seungmin mengangguk pelan berikan aba-aba untuk yang lebih tua berikan hentakan pertama. Namun, ia tidak berekspektasi hentakan kedua yang datang segera setelah hentakan pertama,
Lalu hentakan ketiga,
Minho menggerakan pinggulnya gila, penisnya mengoyak dubur yang lebih muda. Kedua tangannya berubah posisi dari pinggul si surai hitam, menjadi cengkraman pada kedua sisi pinggang ramping milik kekasihnya.
Kekehan keluar dari bilahnya melihat ekspresi “bodoh” dari Seungmin yang kewalahan dengan nikmat pada prostatnya. Kuku rapih milik yang lebih muda menekan bisepnya, menahan badanya yang bergelinjang kuat akibat hentakan kasar dan cepat darinya.
Seungmin bisa rasakan dirinya tersedak oleh ludahnya sendiri dalam upaya untuk berteriak nikmat, Otaknya dipenuhi oleh Minho dan hentakan gila dari penis milik kekasihnya.
His Boyfriend railed him, hard, and fast.
Minho berhenti sejenak dari tempo cepatnya untuk membalikan badan yang lebih muda, menegakkan tubuhnya dan menapakan satu kaki di lantai. Dengan posisi yang baru itu, Seungmin bisa rasakan prostatnya diserang langsung dengan tempo cepat dari yang lebih tua, wajahnya terbakar ketika ia bisa dengar erangan dari yang lebih tua ketika ia refleks mengeratkan lubangnya.
Ditengah pergemulan panas itu, Seungmin sekilas melihat jam pada nakas.
19:45
“ AAH- kaak, ujianmu udah mau mulai” Ujar yang lebih muda dengan nafas yang bergetar. Minho berdecak kesal sebelum tangannya bergerak ke atas menahan tengkuk yang lebih muda dan tenggelamkan wajahnya pada fabrik kasur, sebelah tangannya mencengram pangkal paha Seungmin. Teriakan Seungmin mulai mengeras, walaupun seluruh wajahnya hampir tertanam di kasur, ketika yang lebih tua makin mempercepat pergerakannya. Minho bisa gila dengan hangat dari lubang senggama ketat kekasihnya yang membuat pergerakannya terhambat. Tulang pubiknya menabrak kedua pipi kenyal yang lebih muda.
“Kak-- enak, Ah! Aku udah deket Hhngh~” Seungmin melenguh, liurnya membasahi wajah dan permukaan kasur hingga selimut, Binarnya basah dan pipinya membara dengan air mata yang bercampur dengan keringat.
“ Shit tahan, kita keluar bareng” Erangan frustasi menjadi balasan dari kalimat Minho, yang tentu tidak dihiraukan yang lebih tua. Minho menghentakan pinggulnya dengan lebih keras sebelum ia rasakan bokong yang lebih tua bergetar dan badan yang lebih muda mengejang dan seluruh putihnya menyembur keluar. Penisnya yang dicengkram kuat buat ia sampai dan hias bagian dalam yang lebih muda dengan spermanya.
“ Oh god Minho, I didn’t lie when I said your lower back strength is just- You just railed me so fucking hard” Minho hanya bisa menenggelamkan wajahnya pada bahu yang lebih muda, telinganya memerah malu dengar kalimat tak senonoh dari kekasihnya.
Seungmin menepuk pangkal pinggul Minho, kode untuk melepas tautan keduanya dan Seungmin bisa rasakan cairan sperma menuruni pahanya ketika yang lebih tua mengeluarkan penisnya. Yang lebih muda membalikan badanya sebelum meraih punggung yang lebih tua dan mengecupi wajahnya.
Sialan, pinggulnya kebas
“Gua masih sange btw” Minho tertawa jahat ketika yang lebih tua menatapnya malas, lalu ia beranjak dari kasur untuk memakai celananya dan meraih laptopnya untuk melakukan Ujian.
“Habis ini 3 kali lagi ya- “ Just do your fucking test Lee Minho ”
