Actions

Work Header

they can hear

Summary:

"Ssst, nanti mereka bisa mendengarmu, lho." Bisik Megumi dengan tangan yang perlahan turuh kebawah dan mengelus bagian tengah Yuuji.

oneshoot pwp

Work Text:

jujutsu kaisen by akutami gege

(warning typo)

.

.

.

 

 

 

"Fushiguro!" tegur Yuuji dengan suara tertahan ketika Megumi mendorongnya kedalam ruangan kosong tempat mereka bekerja. Kepalanya menunduk merasakan bibir Megumi yang sedang menelusuri leher Yuuji dengan lambat, ciuman yang terasa seperti lembutnya awan.

Yuuji memejamkan matanya ketika lidah Megumi keluar dan menjilat belakang telinganya-lalu menggigitnya dengan keras membuat Yuuji berteriak.

"Ssst, nanti mereka bisa mendengarmu, lho." Bisik Megumi dengan tangan yang perlahan turuh kebawah dan mengelus bagian tengah Yuuji.

Napas Yuuji terengah-engah ketika gerakan tangan Megumi semakin cepat mengelus bagian tengah pahanya.

Kepala Yuuji mendongak, merasakan nikmat yang dia rasakan sekarang. Nikmat yang datang dari dua arah. Bagian depan dengan tangan terampilnya dan bagian belakang, pantatnya bisa merasakan bagaimana kelamin Megumi yang menekan pantatnya dengan kuat.

Yuuji rasanya ingin mendesah keras, tapi dia sadar sekarang mereka bukan berada di tempat pribadi mereka, sekarang mereka entah berada di ruangan apa yang Yuuji tidak tahu.

Mata Yuuji terpejam ketika tangan Megumi yang kini sudah masuk kedalam celananya. Yuuji benar-benar tidak sadar sejak kapan Megumi membuka kancing sera menurunkan resleting celananya. Apa karena merasakan nikmat penis Megumi yang menempel di pantatnya jadi Yuuji benar-benar tidak menyadari bagaimana Megumi bergerak cepat.

"Menurutmu apa yang kan aku lakuan pada penismu ini?" tanya Megumi dengan mengelus penis Yuuji dengan pelan, mencoba menggodanya agar Yuuji mengeluarkan desahan merdua yang Megumi sukai.

Kepala Yuuji menggeleng, berpura-pura tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Megumi.

"Hmmm? Tidak tahu?" tanyanya sambil menghembuskan napas hangatnya dibelakang telinga Yuuji. Lalu tangan Megumi dengan nakalnya meremas keras penis Yuuji yang masih dibalut dengan boxer.

Yuuji sentak berteriak keras lalu cepat-cepat mengigit bibirnya guna untuk menahan teriakannya.

Megumi tertawa pelan dengan apa yang dia lakukan pada kekasih merah mudanya.

"Nikmat?" tanyanya berbisik ditelinga Yuuji. Tangannya kini sudah masuk kedalam boxernya, mengelus panjang keras milik kekasihnya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

Tangan kirinya dengan perlahan menurunkan celana bahan yang digunakan oleh Yuuji. Setelah celana itu tergenang dibawah kaki Yuuji, Megumi mencoba untuk melepaskan kancing serta resleting celananya sendiri.

Setelah celananya longgar dan sama-sama menggenang dibawah kakinya, Megumi langsung mendorong serta menggiling pantat kekasihnya dengan keras, guna memberitahukan pada kekasihnya bahwa dia sudah tidak tahan dan ingin memasukan penisnya kedalam lubang pantat hangat kekasihnya.

"Fushiguro," desah Yuuji yang merasakan kekerasan batang penis Megumi dipantatnya. Matanya terpejam menikmati serangan-serangan yang dilakukan oleh Megumi.

Menurunkan boxer Yuuji dengan cepat, Megumi langsung menggenggam penis Yuuji yang mencuat keluar dari boxernua dengan keras. Megumi tersenyum sambil memberikan ciuman-ciuman lembut pada leher wangi Yuuji.

Gerakan tangan Megumi yang awalnya lambat, lama kelamaan menjadi intens dan cepat, membuat kepala Yuuji mendongak, menyenderkan kebahu Megumi serta mengigit bibirnya untuk meredam desahan yang dia yakini akan tersengar keras.

Tangan Yuuji menggegam lengan kanan Megumi yang sedang bergerak pada penisnya. Mencoba untuk bertahan dengan gerakan tangan Megumi pada penisnya.

Tidak bisa menahan desahannya, Yuuji berteriak yang langsung ditahan dengan tangan kiri Megumi. Cumnya datang dengan cepat dan banyak mebasahi telapak tangan Megumi yang gini masih bergerak pada penisnya.

Spermanya tercecer dilantai ruangan yang mereka tempati sekarang. Masih dengan napas tersengal-sengal karena ledakan yang baru saja Yuuji selesaikan, Yuuji hanya bisa bersandar pada tubuh Megumi yang sekarang menopanhnya.

Sunggu service yang dilakukan kekasihnya selalu membuat Yuuji kehilangan akal dan merasakan bagaimana tubuhnya lemas ketika cum datang dengan nikmat.

Megumi melepaskan penisnya, telapak tangannya kini berlumuran cairan lengket milik kekasihnya, dengan tanpa persetujuan dari Yuuji, telunjuk tangan Megumi dengan perlahan masuk kedalam mulut Yuuji, mencoba untuk membuat kekasihnya mengemut, menjilati jari-jarinya yang penuh dengan spermanya.

Merasakan jari Megumi yang mencoba untuk masuk kedalam mulutnya, lalu lidah Yuuji terjulur keluar untuk menjlat, mengemut merasakan bagiamana rasa sperma hangatnya.

Megumi mencium pipi Yuuji ketika telapak tangannya kini bersih dari sperma.

Kepala Megumi condong kedepan, mulutnya dekat dan berbisik ke telinga Yuuji, untuk mengatakan bahwa permainannya sudah selesai dan langsung ditanggapi oleh Yuuji dengan menekan pantatnya pada penis keras Megumi yang masih terbalut boxernya.

"Jangan berani-berani," desahnya sambil menggiling pantat pada penisnya, guna memohon agar Megumi memasukan penisnya kedalam lubangnya.

Megumi tertawa pelan, tangannya mencengkram pinggul Yuuji dengan erat dan mencoba untuk menabrakan pantat Yuuji pada penisnya dengan keras yang langsung mendapatkan desahan-desahan berat dari kedua laki-laki tersebut.

Mata mereka terpejam, saling menikmati apa yang mereka lakukan.

Lalu dengan kasar Megumi mendorong Yuuji untuk membungkuk, pantat Yuuji berada di udara dan berada di depan penis serta hadapan Megumi.

Megumi menjilat bibir bawahnya, lalu membungkuk menjilat lubang Yuuji guna untuk membasahinya. Melihat lubang yang sudah sangat dia sayangi basah sekarang, membuat Megumi benar-benar tidam sabar untuk memasukan penisnya.

Membuka boxernya denga cepat, Megumi memasukan penisnya kedalam lubang pantat Yuuji dengan satu dorongan kasar yang membuat Yuuji kembali berteriak.

"Ssstt, nanti mereka mendengar, lho." bisik Megumi tertahan sambil menabrakan tengah pahanya pada pantat Yuuji dengan kasar.

Kedua tangan Yuuji yang awalnya menopang pada meja yang berada di depannya, tangan kirinya kini terlepas untuk menutup mulutnya dengan usaha yang sangat keras agar tidak menguarkan desahan sedikitpun. Yuuji takut kalau-kalau ada orang yang melewati ruangan kosong ini dan mendengar desahannya karena ulah Megumi.

Tubuh Yuuji terguncang, gerakan Megumi yang semakin lama semakin kasar dan cepat benar-benar membuat tubuh Yuuji yang berada dibawahnya sambil semakin terguncang. Dan sesekali tangan Megumi menampar kedua pipi pantat Yuuji dengan kasar yang membuat memar dan memerah

Tangan Megumi semakin erat mencengkram pinggul Yuuji, seperti kesetanan Megumj semakin keras menabrakan pahanya pada pantat Yuuji, lalu dengan pukulan terakhir Megumi mendesah berat, dia meledak, menyemburkan semua spermanya kedalam lubang hangatnya.

Lalu detik berikutnya Yuuji berteriak pelan, yang mengikutinya keluar, menyemburkan semua sperma yang pada depannya.

Megumi terengah-engah, penisnya masih tertaman di dalam lubang pantat Yuuji, masih menikmati bagaimana dirinya meledakkan spermanya kedalam  pantat Yuuji.

Lalu dengan perlahan Megumi mengeluarkan penisnya, sisa-sisa spermanya keluar dan tidak bisa menampungnya dengan penuh, yang kini mengalir pada lekukan kaki Yuuji.

Megumi merogoh kantung jasnya, mendapatkan tisu basah yang diberikan percuma oleh Nobara. Membuka kemasannya dan mengambil beberapa lembar tisu basahnya, Megumi langsung membersihkan lubang pantat Yuuji, lalu mengikuti kemana aliran spermanya turun.

Megumi tertawa pelan, masih lucu dengan posisi Yuuji yang masih membungkuk seperti mereka bercinta tadi.

Lalu dengan menggodanya, Megumi memukul pantat Yuuji dengan keras yang membuat telapak tangannya menyetak di pipi pantatnya.

Wajah Yuuji cemberut melihat kelakuan Megumi yang seperti ini. Lalu Yuuji menegakan tubuhnya dan merebut tisu basah yang ada di genggaman Megumi dan memulai untuk membersihkan pada bagian penissnya.

Setelah dirasa bersih, mereka berdua langsung bergegas untuk merapihkan penampilan mereka agar tidak banyak mengundang pertanyaan dari teman-teman kantornya kalau mereka melihat penampilan urakan seperti sehabis bercinta bisa-bisa megundang tatapan heran dari teman-temannya.

Sebelum mereka keluar, Megumi menatap Yuuji, menarik wajah Yuuji dengan kedua telapak tangannya lalu menarik kearahnya untuk mencium bibirnya dengan cepat.

"Kita lanjutkan malam nanti." Bisik Megumi sambil melepaskannya, lalu Megumi meninggalkan Yuuji sendirian di dalam ruangan kosong tersebut.

Yuuji hanya menghela napasnya berat. Yuuji bisa membayangkan nanti malam apa yang akan dilakukan Megumi padanya.

Lalu Yuuji melangkah keluar meninggalkan tempat mereka bercinta tadi.



-end-